Waspada! Penipuan Modus Sebar Foto Bvgil Incar Korban

Teks Foto: Ilustrasi Penipuan Online.

Indotodaynews.id - Jakarta

Sindikat ini bekerja secara terorganisir dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi dan memeras korbannya. Berikut adalah tahapan aksi mereka:

1. Manipulasi Konten dengan Teknologi AI

Sindikat memulai aksinya dengan mengambil foto wajah calon korban secara ilegal. Menggunakan teknologi AI, mereka memanipulasi wajah tersebut ke dalam foto atau video tanpa busana. Konten palsu ini kemudian disebarkan ke berbagai media sosial melalui akun-akun anonim.

2. Tahap Pendekatan (Pelaku Pertama)

Setelah konten tersebar, pelaku pertama akan menghubungi korban melalui WhatsApp dengan menyembunyikan identitas aslinya.

Sumber Data: Pelaku mendapatkan nomor korban melalui kebocoran data atau informasi dari profil media sosial korban.

Tujuan: Berpura-pura memberikan informasi bahwa foto/video tanpa busana milik korban telah beredar luas di internet untuk memicu kepanikan.

3. Strategi Manipulasi Kepercayaan

Untuk meyakinkan korban, pelaku pertama akan memberikan kontak orang lain yang diklaim sebagai penyedia "Jasa Hapus Data". Mereka meyakinkan korban bahwa orang tersebut mampu "membersihkan" atau menghapus jejak digital foto/video asusila tersebut dari internet.

4. Eksekusi Penipuan (Pelaku Kedua)

Pelaku kedua kemudian muncul dengan berpura-pura menjadi pihak terkait atau ahli pembersih data. Pada tahap ini, pelaku kedua akan melancarkan aksi utamanya, yaitu:

Meminta biaya jasa penghapusan data dengan nominal tertentu.

Melakukan upaya pengambilalihan akun (hacking) milik korban.

Pesan Penting: Seluruh proses ini hanyalah manipulasi untuk mengelabui korban agar merasa terdesak dan memberikan uang atau akses data pribadi kepada pelaku. (*)