RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi Klarifikasi Dugaan Penolakan Pasien, Direktur: Miskomunikasi

Teks Foto: dr Lili Marliana menemui keluarga pasien diduga sempat ditolak RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi.

Indotodaynews.id - Tebingtinggi

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Kumpulan Pane secara langsung mendatangi pasien beserta keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang sempat terjadi antara petugas medis dengan pasien.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen manajemen rumah sakit dalam menjaga hubungan yang baik serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD dr. H. Kumpulan Pane menegaskan pihaknya menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan memahami ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pasien maupun keluarga.

Melalui pertemuan tatap muka secara langsung, manajemen rumah sakit berharap seluruh pihak dapat saling memahami duduk perkara yang sebenarnya, sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan kekeluargaan.

Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi internal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan seluruh tenaga kesehatan menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Sebelumnya di beritakan Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Suliyem (67), warga Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, diduga ditolak untuk dirawat di RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Kota Tebing Tinggi, dengan alasan ruang perawatan penuh. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2026) dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar luas, terlihat keluarga pasien berada dalam kondisi panik sambil memohon pertolongan. Video tersebut memicu gelombang keprihatinan dari masyarakat karena kondisi Suliyem disebut sudah sangat kritis saat dibawa ke rumah sakit.

Anak pasien, Sunita (40), mengaku terpukul dan kecewa atas perlakuan yang diterima ibunya. Menurut Sunita, kondisi sang ibu saat itu sudah sekarat dan membutuhkan penanganan medis segera.

“Orang tua saya sudah sekarat, bahkan hampir meninggal. Tapi pihak rumah sakit menyampaikan ruangan penuh dan menyuruh kami mencari rumah sakit lain,” ujar Sunita dengan nada pilu. (*)