Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Membentuk Karakter Siswa

Teks Foto: Dokumentasi Foto bersama di SD Negeri 068007 Medan Tuntungan.

Indotodaynews.com - Medan

Karakter merupakan pondasi utama dalam perkembangan seorang anak. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya nilai akademik, tetapi juga dari sikap, perilaku, dan kebiasaan baik yang dimiliki peserta didik. Oleh karena itu, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk karakter siswa sejak usia dini. Salah satu pihak yang berperan penting dalam proses tersebut adalah guru Bimbingan dan Konseling (BK). Kehadiran guru BK bukan hanya untuk menangani siswa yang bermasalah, melainkan menjadi pendamping bagi seluruh peserta didik agar mampu berkembang secara optimal, baik dari aspek pribadi, sosial, belajar, maupun moral.

Berdasarkan hasil pengamatan selama berada di SD Negeri 068007 Medan Tuntungan, saya melihat bahwa pembentukan karakter telah menjadi salah satu perhatian sekolah. Guru kelas membiasakan siswa untuk berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, menyapa guru ketika bertemu, menjaga kebersihan kelas, serta bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Namun demikian, masih terdapat beberapa perilaku siswa yang menunjukkan bahwa pembinaan karakter perlu terus diperkuat. Misalnya, masih ada siswa yang mengganggu teman saat proses belajar berlangsung, kurang disiplin dalam mengerjakan tugas, sulit mengendalikan emosi ketika terjadi perselisihan, serta kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah.Melihat kondisi tersebut, menurut pandangan saya, keberadaan guru BK sangat penting dalam membantu sekolah membentuk karakter siswa. Guru BK memiliki peran sebagai pembimbing yang mampu memahami kondisi setiap peserta didik secara lebih mendalam. Setiap anak memiliki latar belakang keluarga, lingkungan, dan karakter yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Guru BK dapat memberikan layanan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga permasalahan yang muncul dapat diselesaikan tanpa memberikan tekanan kepada anak.

Selain sebagai pembimbing, guru BK juga berperan sebagai pendengar yang baik. Tidak semua siswa berani menyampaikan masalahnya kepada guru kelas ataupun orang tua. Ada kalanya siswa merasa lebih nyaman menceritakan kesulitan yang dialaminya kepada guru BK. Dengan adanya komunikasi yang baik, siswa akan merasa dihargai dan didengarkan sehingga lebih mudah menerima arahan untuk memperbaiki perilakunya.Menurut saya, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan hanya melalui nasihat atau hukuman. Anak-anak usia sekolah dasar lebih mudah belajar melalui pembiasaan, keteladanan, dan pendekatan yang penuh kasih sayang. Oleh sebab itu, guru BK perlu bekerja sama dengan guru kelas dalam memberikan contoh perilaku yang baik kepada siswa. Sikap jujur, disiplin, sopan santun, tanggung jawab, serta saling menghargai harus ditunjukkan terlebih dahulu oleh seluruh pendidik agar dapat ditiru oleh peserta didik.

Saya juga melihat bahwa sebagian besar siswa memiliki semangat belajar yang baik. Mereka aktif mengikuti kegiatan di kelas dan senang bekerja sama dalam kelompok. Namun, masih ada beberapa siswa yang mudah terdistraksi sehingga sering mengajak teman berbicara ketika guru sedang menjelaskan materi. Perilaku seperti ini apabila tidak diberikan pembinaan sejak dini dapat memengaruhi proses belajar siswa lain dan menghambat perkembangan karakter disiplin.Dalam situasi seperti ini, guru BK dapat memberikan layanan bimbingan klasikal mengenai pentingnya menghargai guru dan teman selama proses pembelajaran berlangsung. Guru BK juga dapat memberikan kegiatan yang melatih kerja sama, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kemampuan mengendalikan emosi. Kegiatan tersebut akan lebih efektif apabila dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan usia peserta didik.

Selain itu, guru BK memiliki peran dalam menjalin komunikasi dengan orang tua. Pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Apabila sekolah dan orang tua memiliki tujuan yang sama, maka perkembangan karakter anak akan menjadi lebih optimal. Guru BK dapat memberikan masukan kepada orang tua mengenai cara mendampingi anak belajar di rumah, membangun kebiasaan disiplin, membatasi penggunaan gadget secara bijak, serta memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.Menurut pandangan saya, keberhasilan guru BK dalam membentuk karakter siswa tidak dapat dilihat dalam waktu yang singkat. Pembentukan karakter merupakan proses yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kerja sama dari seluruh warga sekolah. Guru BK, kepala sekolah, guru kelas, tenaga kependidikan, orang tua, bahkan lingkungan sekitar memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan karakter peserta didik yang baik.

Di era perkembangan teknologi saat ini, tantangan pembentukan karakter semakin besar. Anak-anak lebih mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang diperoleh melalui media sosial maupun internet. Oleh karena itu, guru BK perlu memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi secara bijak, mengajarkan etika dalam berkomunikasi, serta menanamkan nilai-nilai moral agar siswa mampu memilih hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.

Solusi yang dapat saya berikan adalah,pembentukan karakter siswa akan lebih optimal apabila guru Bimbingan dan Konseling bekerja sama secara aktif dengan guru kelas, kepala sekolah, orang tua, serta seluruh warga sekolah. Guru BK dapat memberikan layanan bimbingan yang dilakukan secara rutin dengan materi yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kerja sama, dan rasa saling menghargai. Layanan tersebut tidak hanya diberikan kepada siswa yang mengalami permasalahan, tetapi juga kepada seluruh peserta didik sebagai bentuk pencegahan sekaligus pembinaan karakter sejak dini. Selain itu, komunikasi yang baik antara guru BK dan guru kelas perlu terus dibangun agar setiap perubahan perilaku siswa dapat diketahui lebih cepat dan diberikan pendampingan yang sesuai. (**)

Penulis: Suwinandi Lumbantoruan,
Mahasiswi Universitas Katolik Santo Thomas Medan.