Polisi Setop Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Kemlu Arya Daru Pangayunan

Teks Foto: Meta Ayu Puspitantri, Istri Arya Daru.

Indotodaynews.id - Jakarta

Polisi menghentikan penyelidikan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP).

Informasi tersebut dikonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

"Keterangan dari penyelidik, dihentikan lidik," ucap Kombes Budi dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Menurut dia, langkah itu diambil karena dalam rangkaian penyelidikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Dilansir dari Antara, Kombes Budi menyampaikan apabila pihak keluarga memiliki bukti baru dan valid terkait perkara tersebut, maka penyelidik akan mendalami kembali.

Sebelumnya, pada 26 November 2025, kuasa hukum keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo mendesak kepada Polda Metro Jaya untuk menaikkan kasus kematian ADP ke tahap penyidikan.

Selain itu, pihak keluarga korban juga memintah pihak kepolsian untuk melakukan gelar perkara sebelum kasus dinaikkan ke penyidikan.

Mengingat, berdasarkan informasi yang didapat Polda Metro Jaya bahwa belum dilakukan gelar perkara terkait kasus tersebut, dan hanya baru mengadakan konferensi pers pada 29 Juli 2025, yaitu pengumuman atau pemberitahuan hasil kesimpulan ahli.

Arya Daru Pangayunan (ADP) ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 8 Juli 2025, di kamar kos daerah Menteng, Jakarta Pusat. Jenazah Arya Daru ditemukan dalam kondisi kepala terlilit lakban.

Berdasarkan keterangan polisi, Arya Daru meninggal akibat mati lemas dan tidak melibatkan orang lain.

Di sisi lain, pihak keluarga meyakini Arya Daru tidak bunuh diri, hal itu dilihat dari kondisi jenazah saat ditemukan, yakni kepala terlilit lakban dengan rapat dan rapi. Terlebih, sebelum ditemukan tewas, korban dalam kondisi bahagia karena promosi jabatan dan akan bertugas di Finlandia. 

Selain itu, pihak keluarga juga mendapatkan sejumlah teror yang menambah kecurigaan terhadap motif dan penyebab kematian Arya Daru.

Teror pertama datang sehari setelah pemakaman almarhum atau tepatnya pada 9 Juli 2025 silam, di mana pihak keluarga mendapatkan amplop berisi tiga simbol yang terbuat dari styrofoam, yakni bunga kamboja, hati, dan bintang.

Kemudian teror kedua, pada 27 Juli 2025, saat pihak keluarga mendapati makam Arya Daru diacak-acak orang tidak dikenal. Dan teror ketiga berupa bunga mawar yang ditata dengan bentuk garis di makam Arya Daru pada September 2025. (*)