Peran Strategis Guru Bimbingan Konseling Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SD

Teks Foto: Eka Samputra Harita Mewawancarai Seorang Guru Kelas di Sekolah Dasar.

Indotodaynews.com - Medan

Sekolah dasar adalah jenjang pendidikan yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi dasar penting dalam membentuk karakter mereka. Di usia sekolah dasar, anak sedang dalam masa perkembangan moral, sosial, dan emosional, sehingga membutuhkan bimbingan yang tepat agar bisa tumbuh menjadi seseorang yang disiplin, bertanggung jawab, jujur, mandiri, serta dapat menghargai orang lain. Namun, di lapangan masih banyak sekolah dasar di Indonesia yang belum memiliki guru Bimbingan dan Konseling (BK) secara terpisah. Akibatnya, pembentukan karakter siswa lebih banyak menjadi tugas guru kelas, yang juga harus mengajar dan menangani urusan administrasi yang cukup banyak.

Menurut saya, situasi itu menunjukkan bahwa adanya guru BK di sekolah dasar sangat penting dan dibutuhkan. Guru BK tidak hanya membantu siswa yang sedang mengalami masalah, tetapi juga menjadi pendidik yang mendampingi perkembangan karakter, kepribadian, dan kemampuan sosial siswa sejak usia yang masih kecil.

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang saya lakukan di sekolah asistensi mengajar, para guru kelas memainkan peran penting dalam membimbing dan memandu perilaku siswa. Guru tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga memberi nasihat, mengajarkan disiplin, sopan santun, menyelesaikan masalah antar siswa, serta memberi semangat belajar kepada siswa.

Selain itu, beberapa siswa juga mengatakan bahwa mereka merasa lebih nyaman untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi kepada guru kelas. Guru berupaya memberi petunjuk, dorongan, serta cara menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi siswa, termasuk soal belajar dan hubungan dengan teman serta guru di sekolah. Di beberapa situasi, guru juga berkomunikasi dengan orang tua untuk mencari solusi terbaik mengatasi masalah yang dialami oleh siswanya.

Meski begitu, guru kelas mengakui bahwa tugasnya cukup berat karena harus membagi waktu antara mengajar, membuat administrasi pembelajaran, dan membimbing perkembangan karakter siswa. Kondisi ini menunjukkan bahwa beberapa tugas dari layanan bimbingan dan konseling sudah dilakukan oleh guru kelas, meskipun belum ada tenaga ahli di bidang tersebut yang mendukungnya.

Menurut saya, membentuk karakter siswa tidak bisa hanya dilakukan dengan memberikan materi pelajaran saja. Karakter seseorang terbentuk melalui kebiasaan, bimbingan, dan contoh yang diberikan secara terus-menerus. Oleh karena itu, guru BK sangat penting karena memiliki kemampuan untuk memahami perkembangan mental siswa, memberikan bimbingan konseling, mengevaluasi masalah yang dihadapi anak, serta bekerja sama dengan guru kelas dan orang tua untuk membantu tumbuh kembang siswa.

Guru BK adap sebelum berberatkan keterampilan sosial, mengelola emosi, mengelola rasa rasa percaya diri serta menggapatkan kehidupan sehari-hari. Adanya guru BK membantu menyelesaikan berbagai masalah seperti perundungan, motivasi belajar yang rendah, kesulitan beradaptasi, serta konflik antar teman dengan cara yang lebih profesional.

Jika pembentukan karakter hanya ditangani oleh guru kelas, mungkin pendampingan terhadap siswa belum bisa dilakukan dengan baik karena waktu yang terbatas, beban kerja yang berat, serta kurangnya kemampuan khusus dalam memberikan layanan konseling.

Oleh karena itu, beberapa langkah penting harus dilakukan. Pertama, pemerintah harus mulai menambahkan guru Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing sekolah. Kedua, sekolah harus memberikan pelatihan kepada guru-guru kelas tentang layanan bimbingan dasar agar mereka bisa membantu pengembangan karakter siswa dengan lebih baik. Ketiga, kerja sama yang baik antara guru BK, guru kelas, kepala sekolah, dan orang tua perlu terus ditingkatkan agar perkembangan sikap dan karakter siswa dapat diawasi secara terus menerus, baik di sekolah maupun di rumah.

Sebagai mahasiswa program Pendidikan Guru Sekolah Dasar serta calon pendidik, saya percaya bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik yang tinggi dari siswa, tetapi juga oleh kemampuan sekolah dalam membentuk generasi yang memiliki karakter baik, berakhlak mulia, tanggung jawab, serta mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. Oleh karena itu, peran penting guru Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pendidikan Indonesia, agar siswa dapat berkembang secara menyeluruh, baik dalam hal akademik, sosial, emosional, maupun karakter. (**)

Penulis: Eka Samputra Harita, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Katolik Santo Thomas Medan.