Menuju MUNAS BEM Seluruh Indonesia XIX di Semarang, BEM Universitas Efarina Siap Mewakili Mahasiswa Pematangsiantar-Simalungun di Forum Mahasiswa Nasional

Teks Foto: BEM Universitas Efarina.

Indotodaynews.com - Pematangsiantar

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Efarina menyatakan kesiapan mengikuti Musyawarah Nasional (MUNAS) BEM Seluruh Indonesia XIX di Semarang sebagai delegasi yang membawa nama kampus sekaligus membawa nama baik mahasiswa Pematangsiantar-Simalungun dalam forum mahasiswa terbesar di Indonesia.

Presiden Mahasiswa BEM Universitas Efarina, Depandes Nababan, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam MUNAS bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, melainkan menjadi ruang strategis untuk menyampaikan gagasan, memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa, serta membangun kolaborasi antardaerah demi kemajuan bangsa.

"BEM Universitas Efarina juga berkomitmen memperkenalkan potensi Pematangsiantar-Simalungun kepada peserta MUNAS dari seluruh Indonesia. Potensi pariwisata, budaya, pendidikan, UMKM, pertanian, hingga kekayaan sumber daya daerah diharapkan semakin dikenal dan membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah," Kata Depandes Nababan, Jum'at (17/7/2026).

Dalam forum MUNAS, BEM Universitas Efarina akan mendorong agar arah gerakan BEM SI tetap berpijak pada kepentingan rakyat, konstitusi, dan nilai-nilai demokrasi. Sejumlah isu strategis yang akan menjadi perhatian antara lain penguatan pemberantasan korupsi melalui dorongan terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, peningkatan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan negara, penguatan kualitas pendidikan nasional, perlindungan hak-hak masyarakat adat, pemerataan pembangunan, serta perluasan kesempatan kerja bagi generasi muda. Isu *RUU Perampasan Aset* telah lama menjadi bagian dari wacana publik dan berbagai gerakan masyarakat sipil sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pemberantasan korupsi.

Selain itu, BEM Universitas Efarina memandang bahwa persoalan Papua harus terus mendapat perhatian serius melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, penghormatan terhadap hak asasi manusia, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penyelesaian konflik secara damai sesuai prinsip negara hukum. Papua merupakan isu kebangsaan yang membutuhkan solusi berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

BEM Universitas Efarina juga menilai bahwa gerakan mahasiswa harus tetap responsif terhadap berbagai persoalan nasional yang menjadi perhatian publik, seperti tata kelola pemerintahan yang bersih, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, kesejahteraan masyarakat, perlindungan lingkungan hidup, serta kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

Melalui keikutsertaan dalam MUNAS BEM Seluruh Indonesia XIX, BEM Universitas Efarina berharap dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi arah gerakan mahasiswa Indonesia sekaligus membawa nama baik Universitas Efarina serta mengharumkan Pematangsiantar-Simalungun di tingkat nasional. (*)