Guru Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar: Kebutuhan, Bukan Sekadar Pelengkap

Teks Foto: Tri Ningsih Elisabeth Hutauruk Mewawancarai Seorang Guru Kelas di Sekolah Dasar.

Indotodaynews.com - Medan

Mengapa Guru BK Dibutuhkan Sejak SD
Sekolah dasar adalah tempat pertama bagi anak-anak untuk belajar berbagai pengetahuan, membentuk karakter yang baik, serta mengasah kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan orang lain. Pada masa ini, peserta didik mulai memahami lingkungan di luar rumah dan menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, tidak semua anak bisa melewati proses itu dengan mudah. Ada yang sulit belajar, kurang percaya diri, menjadi korban perundungan, hingga menghadapi masalah keluarga yang membuat prestasi belajarnya menurun.

Hasil wawancara dengan seorang guru kelas di sekolah dasar tempat sipenulis melakukan asistensi menunjukkan bahwa sekolah tersebut belum memiliki guru Bimbingan dan Konseling (BK). Meskipun begitu, berbagai masalah yang dihadapi siswa, seperti sering tidak masuk sekolah, kurang siap dalam belajar, serta kondisi keluarga yang mempengaruhi proses belajarnya, masih perlu diperhatikan dan ditangani oleh guru kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan BK di sekolah dasar sangat penting dan diperlukan.

Menurut penulis, situasi itu menunjukkan bahwa adanya guru Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar kini sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan lagi. Selama ini masih banyak orang yang berpikiran bahwa guru BK hanya dibutuhkan di tingkat SMP dan SMA. Padahal, berbagai masalah yang dialami anak sering kali mulai muncul sejak usia sekolah dasar. Oleh karena itu, pembicaraan tentang peran penting guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah dasar sangat sesuai dengan situasi pendidikan yang ada saat ini.

Peran Guru BK dalam Membentuk Karakter dan Mendampingi Peserta Didik
Penulis berpendapat bahwa guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran penting dalam membantu peserta didik tumbuh dan berkembang secara baik. Tugas guru BK tidak hanya menyelesaikan masalah ketika siswa melanggar aturan, tetapi juga membantu mereka dalam mengenali bakat dan potensi diri, mengelola perasaan, berkomunikasi dengan baik, serta membuat keputusan yang benar dan tepat.

Pendapat tersebut juga sesuai dengan hasil wawancara yang sipenulis lakukan. Guru kelas menyampaikan bahwa masalah yang dihadapi siswa di sekolah dasar cukup rumit, mulai dari absen, kurangnya persiapan belajar, hingga dampak dari keadaan keluarga.

Di sekolah dasar, guru kelas memang sudah mengenal siswanya dengan cukup baik. Namun, tugas guru kelas juga sangat berat karena harus mengajar berbagai pelajaran sekaligus mengurus urusan administrasi belajar. Akibatnya, tidak semua masalah yang dihadapi siswa bisa diselesaikan dengan baik. Kehadiran guru Bimbingan dan Konseling akan membantu guru kelas dalam memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada siswa yang membutuhkan bimbingan khusus.

Selain itu, kemajuan teknologi juga menimbulkan tantangan baru bagi anak-anak. Penggunaan ponsel terlalu banyak, kecanduan bermain game online, serta pengaruh media sosial bisa memengaruhi sikap dan kesehatan mental para siswa. Dalam situasi seperti ini, guru BK bertugas memberikan penjelasan tentang cara menggunakan teknologi dengan bijak sekaligus membantu siswa dalam membentuk sikap dan karakter yang tangguh serta mampu memilih informasi yang benar dan bermanfaat.

Hal ini juga disampaikan oleh sumber narasumber yang mengatakan bahwa penggunaan ponsel dan game online secara berlebihan dapat memengaruhi kebiasaan belajar siswa, sehingga diperlukan bimbingan melalui layanan BK.

Saatnya Memberikan Perhatian pada Layanan di SD
Adanya guru Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar sangat penting bagi dunia pendidikan saat ini. Guru Bimbingan dan Konseling tidak hanya membantu mengatasi masalah yang dihadapi siswa, tetapi juga membantu membentuk kepribadian, menjaga kesehatan mental, serta membangun potensi setiap anak sejak kecil.

Penulis berharap pemerintah, sekolah, dan semua pihak terkait dengan pendidikan bisa lebih memperhatikan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di tingkat sekolah dasar. Dengan demikian, sekolah akan menjadi tempat yang tidak hanya melahirkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang baik, sehat secara emosional, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, terutama untuk membentuk karakter mereka secara baik. (**)

Penulis: Tri Ningsih Elisabeth Hutauruk, Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Katolik Santo Thomas Medan.