Kanwil dirjen Pas Sumut Yudi Susesno Diminta untuk Pindahkan WBP Bernama Edi Ginting, Rahmat, Juna dan Tembong ke Nusa Kambangan

Teks Foto: ilustrasi.

Indotodaynews.id - Medan

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IA Tanjung Gusta yang bernama Edi Ginting, Rahmat, Juna dan Tembong tak kunjung dipindahkan ke lapas Nusa Kambangan. 


Sebelumnya diberitakan, Berkali kali menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto ingatkan kepada seluruh pegawai permasyatakan untuk segera bersih bersih HP dan narkoba didalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), namun hal tersebut tidak berjalan selaras dengan pihak Lapas kelas IA Tanjung Gusta. 

Agus Andrianto Menteri Imipas yang sangat menjunjung tinggi nilai nilai agama serta seorang pemimpin yang berintegritas tinggi dalam menjalankan fungsi dan tupoksi sebagai seorang menteri menghadapi dilema skandal  permainan 'busuk' para oknum nakal pegawai lembaga pemasyarakatan. 


Menguak kabar skandal seorang pegawai "bermain hati'' dengan para bos mafia pengedar narkoba Scaminng atau penipuan online atau disebut"Lodes", nama Diki Serapin oknum staf KPLP diduga kuat sebagai dalang dibalik maraknya peredaran narkoba dan Scaminng atau penipuan online atau disebut "Lodes" di dalam lapas kelas IA tanjung Gusta Medan. 

Tak tanggung, permainan lodes dan narkoba langsung dibawah kendali  Pegawai Lapas nakal tersebut, Diki bertugas menyiapkan kamar untuk para narapidana melakukan Scaminng atau penipuan online atau disebut "Lodes" dengan perjanjian dengan uang setoran yang telah disepakatin. 

Kepada Indotodaynews.id, Salah seorang sumber terpercaya mengatakan kepada awak media, Diki yang dikenal piawai dalam melakukan aksi lobi lobi kepada para bos narkoba dan lodes menjadikan beliau menjadi salah satu kepercayaan para petinggi lapas kelas IA tanjung gusta medan. 

Dalam menjalankan aksi lodes para pekerja selalu menggunakan narkoba jenis sabu yang di dapat dari seorang WBP bernama Tembong dan Juna (india) 

"Untuk menyediakan sabu bernama Tembong dan Juna Kamar C11 blok T3," kata sumber, Senin (27/4/2026).
 
Sumber terpercaya ini Membeberkan nama dan tempat pelaku Lodes yang beroperasi dari balik jeruji lapas kelas IA tanjung gusta medan.


"Edi ginting kamar G5 blok T7
Rahmat kamar B 8 blok T3
Menjadi otak pelaku kriminal penipuan online alias lodes yang berbasis hp android," Ungkap Sumber, Minggu (26/4/2026).

"Tembong di kamar Kamar L17 Blok T5," ujar sumber.

"kerja tembong sehari-hari menyuplai sabu kedalam kamar kamar pekerja lodes.tukang antar minyak si tembong bg," Sambung Sumber.

Lebih mengejutkan, ternyata Nama edi ginting, rahmat dan tembong juga disebut sebut sebagai sponsor keberangkatan sekitar puluhan napi dengan tujuan nusa Kambangan.

"Merekalah sponsor keberangkatan pengiriman ke Nusakambangan kemaren bg," Sebut Sumber.

"kalau mereka ga jadi sponsor bakal mereka yang di pindah ke nusa Kambangan," Lanjut Sumber.

Terbaru, Sumber juga mengatakan kepada awak media bahwa pada hari Minggu malam (26/4/2026) pihak Lapas kelas IA Tanjung Gusta melakukan razia kamar hunian, namun diduga hanya bersifat formalitas.

"Tadi malam di rajia semua kamar tapi hanya formalitas, rajia tadi malam Pak tapi ya formalitas aja itu, buktinya mereka masih santai-santai seperti tidak ada pemberitaan terkait kegiatan ilegal mereka,"

biasanya kalau sudah di razia, lanjut sumber mengatakan, pasti langsung di kereng.

"Atau di pindahkan ke kamar khusus atau blok khusus seperti blok rehab," Pungkas Sumber.

Kalapas dan KPLP lapas kelas IA Tanjung Gusta Medan terang-terengan menentang kebijakan Menteri Imipas Agus Adrianto Terkait Zero Hp dan Narkoba. 

Publik berharap kepada Menteri Imipas Agus Adrianto Melalui Kanwil Dirjen Pas Sumut untuk segara melakukan bersih bersih terkait narkoba dan Lodes yang saat ini marak didalam lapas kelas IA medan Tanjung Gusta dan untuk segera Memeriksa Seorang Pegawai Staf KPLP bernama Diki Serapin dan jika uang kutipan tersebut mengarah ke pucuk Pimpinan Lapas Kelas IA medan diminta untuk segera dicopot. 


Publik menilai selama ini para napi dijadikan kambing  hitam padahal publik bisa menilai kejahatan tersebut mempunyai andil yang besar dari para petinggi lapas terutama kplp sebagai penanggung jawab lapangan. 

Publik berharap jika hal ini terbukti mentri imipas agus adrianto segera memecat para petinggi lapas tersebut dan jangn hanya diberikan sangsi karna narkoba musuh bersama dan perusak generasi bangsa. (*)