Teks Foto: Screenshot Video saat Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengungkapkan kondisi mencekam yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh.
Indotodaynews.id - Aceh
Momen haru mewarnai wawancara Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, bersama jurnalis Najwa Shihab ketika membahas dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh. Dalam cuplikan video yang beredar luas di media sosial, Mualem tampak tak kuasa menahan tangis saat menggambarkan betapa dahsyatnya bencana yang menerjang 18 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Dengan suara lirih dan beberapa kali terbata-bata, Mualem menyebut bencana ini sebagai “tsunami kedua” bagi Aceh. Ia sempat berhenti berbicara sejenak untuk menenangkan diri sebelum kembali melanjutkan penjelasannya. Gestur emosional itu membuat suasana wawancara berubah hening, memperlihatkan beratnya tekanan psikologis yang ia rasakan sebagai pemimpin daerah.
Mualem mengungkapkan bahwa penanganan bencana ini menghadapi banyak hambatan, terutama karena statusnya yang bukan bencana nasional. Kondisi tersebut membuat mobilisasi bantuan dan dukungan logistik menjadi tidak semudah yang dibutuhkan di lapangan.
“Banyak daerah yang benar-benar tak sanggup lagi,” ujar Mualem dalam wawancara itu. Ia menyebut beberapa kepala daerah, seperti Bupati Pidie Jaya dan Aceh Selatan, telah menyatakan ketidaksanggupan mereka mengatasi dampak bencana secara mandiri karena besarnya kerusakan dan luasnya wilayah terdampak. (*)
Momen haru mewarnai wawancara Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, bersama jurnalis Najwa Shihab ketika membahas dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh. Dalam cuplikan video yang beredar luas di media sosial, Mualem tampak tak kuasa menahan tangis saat menggambarkan betapa dahsyatnya bencana yang menerjang 18 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Dengan suara lirih dan beberapa kali terbata-bata, Mualem menyebut bencana ini sebagai “tsunami kedua” bagi Aceh. Ia sempat berhenti berbicara sejenak untuk menenangkan diri sebelum kembali melanjutkan penjelasannya. Gestur emosional itu membuat suasana wawancara berubah hening, memperlihatkan beratnya tekanan psikologis yang ia rasakan sebagai pemimpin daerah.
Mualem mengungkapkan bahwa penanganan bencana ini menghadapi banyak hambatan, terutama karena statusnya yang bukan bencana nasional. Kondisi tersebut membuat mobilisasi bantuan dan dukungan logistik menjadi tidak semudah yang dibutuhkan di lapangan.
“Banyak daerah yang benar-benar tak sanggup lagi,” ujar Mualem dalam wawancara itu. Ia menyebut beberapa kepala daerah, seperti Bupati Pidie Jaya dan Aceh Selatan, telah menyatakan ketidaksanggupan mereka mengatasi dampak bencana secara mandiri karena besarnya kerusakan dan luasnya wilayah terdampak. (*)