Teks Foto: Unit hunian sementara (Huntara).
Indotodaynews.id - Jakarta
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan 1.050 hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak bencana Sumatera yang terjadi akhir November 2025, sedang dalam proses pembangunan.
"Jumlah hunian sementara yang saat ini berproses, sedang dan sudah terbangun itu berjumlah 1.050, yang sudah ada tapak bangunan dan kondisi bangunan yang sudah terlihat," ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Muhari menjelaskan, dari target 1.050 huntara itu, sebanyak 600 berada di Aceh Tamiang, Aceh, dan 450 lainnya tersebar di daerah-daerah lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengatakan pembangunan 1.050 huntara itu ditargetkan selesai pada minggu pertama tahun 2026.
"Untuk progres masih sesuai dengan schedule dan kita yakin bahwa itu sesuai dengan harapan Bapak Presiden," ucapnya.
Muhari menyebut sebagian masyarakat tidak tinggal di huntara, tetapi memilih tinggal di rumah keluarga, mengontrak, dan sebagainya.
Ia mengatakan masyarakat yang tidak tinggal di huntara ini akan diberikan dana tunggu hunian (DTH).
"Nantinya ini pemerintah akan mendukung dana tunggu hunian namanya, hingga nanti hunian tetap selesai. Dana tunggu hunian ini besarnya 600.000 per KK (kepala keluarga) per bulan," jelasnya.
Muhari menyatakan pencairan DTH juga sudah dalam proses di tiga provinsi terdampak bencana.
"Sudah 18.000 rekening yang kita buka berdasarkan data by name by address dari pemerintah daerah dan ini akan terus berproses karena pendataan terus dilakukan," terangnya.
Dia menegaskan, pemerintah tidak menunggu seluruh pendataan selesai baru pencairan dana tunggu hunian dilakukan.
"Jadi ini nama yang sudah masuk, sudah terverifikasi dengan data kependudukan, data Dukcapil dari Kemendagri, ini sudah bisa kita cairkan hak-hak dari warga yang terdampak ini," tuturnya. (*)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan 1.050 hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak bencana Sumatera yang terjadi akhir November 2025, sedang dalam proses pembangunan.
"Jumlah hunian sementara yang saat ini berproses, sedang dan sudah terbangun itu berjumlah 1.050, yang sudah ada tapak bangunan dan kondisi bangunan yang sudah terlihat," ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Muhari menjelaskan, dari target 1.050 huntara itu, sebanyak 600 berada di Aceh Tamiang, Aceh, dan 450 lainnya tersebar di daerah-daerah lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengatakan pembangunan 1.050 huntara itu ditargetkan selesai pada minggu pertama tahun 2026.
"Untuk progres masih sesuai dengan schedule dan kita yakin bahwa itu sesuai dengan harapan Bapak Presiden," ucapnya.
Muhari menyebut sebagian masyarakat tidak tinggal di huntara, tetapi memilih tinggal di rumah keluarga, mengontrak, dan sebagainya.
Ia mengatakan masyarakat yang tidak tinggal di huntara ini akan diberikan dana tunggu hunian (DTH).
"Nantinya ini pemerintah akan mendukung dana tunggu hunian namanya, hingga nanti hunian tetap selesai. Dana tunggu hunian ini besarnya 600.000 per KK (kepala keluarga) per bulan," jelasnya.
Muhari menyatakan pencairan DTH juga sudah dalam proses di tiga provinsi terdampak bencana.
"Sudah 18.000 rekening yang kita buka berdasarkan data by name by address dari pemerintah daerah dan ini akan terus berproses karena pendataan terus dilakukan," terangnya.
Dia menegaskan, pemerintah tidak menunggu seluruh pendataan selesai baru pencairan dana tunggu hunian dilakukan.
"Jadi ini nama yang sudah masuk, sudah terverifikasi dengan data kependudukan, data Dukcapil dari Kemendagri, ini sudah bisa kita cairkan hak-hak dari warga yang terdampak ini," tuturnya. (*)