Pesawat Batik Air mendarat dengan satu ban terangkat
Indotodaynews.id - Jakarta
Sebuah pemandangan yang menggetarkan jantung terekam dalam video berdurasi 17 detik.
Viideo itu kini viral di media sosial.
Sebuah pesawat Batik Air tertangkap kamera melakukan pendaratan yang super dramatis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (28/6/2025).
Dalam rekaman yang diunggah akun X (sebelumnya Twitter) itu, terlihat jelas bagaimana pesawat tersebut mendarat dalam kondisi hujan deras dengan posisi yang sangat miring.
Saking miringnya, salah satu bagian mesin pesawat nyaris menyentuh landasan pacu, menciptakan ketegangan luar biasa bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Momen mengerikan ini sontak memicu beragam reaksi dan pertanyaan dari warganet, menyoroti keberanian pilot dan potensi bahaya yang hampir saja terjadi.
"Pesawat terlihat mendarat miring hingga mesin hampir menyentuh landasan. Beruntung, pilot berhasil mengendalikan pesawat," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Menanggapi hal ini, Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan, pendaratan pesawat dengan registrasi PK-LDJ berlangsung aman dan sesuai prosedur.
“Pendaratan pesawat berlangsung dalam kondisi aman dan telah mengikuti seluruh prosedur operasional standar penerbangan,” ujar Danang dikutip dari Kompas.com, Minggu (29/06/2025).
Ia menjelaskan, peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) memang terjadi saat fase pendekatan.
Namun, kondisi tersebut masih dalam batas yang diperbolehkan.
“Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat,” katanya.
Usai mendarat, tim teknisi Batik Air langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan tidak ada kerusakan.
“Pesawat dinyatakan aman serta layak untuk melanjutkan operasional,” tegas Danang.
Ia menambahkan, keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan Batik Air.
“Kami terus berkomitmen menjalankan prosedur sesuai standar keselamatan penerbangan yang berlaku,” tutupnya. (*)
Sebuah pemandangan yang menggetarkan jantung terekam dalam video berdurasi 17 detik.
Viideo itu kini viral di media sosial.
Sebuah pesawat Batik Air tertangkap kamera melakukan pendaratan yang super dramatis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (28/6/2025).
Dalam rekaman yang diunggah akun X (sebelumnya Twitter) itu, terlihat jelas bagaimana pesawat tersebut mendarat dalam kondisi hujan deras dengan posisi yang sangat miring.
Saking miringnya, salah satu bagian mesin pesawat nyaris menyentuh landasan pacu, menciptakan ketegangan luar biasa bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Momen mengerikan ini sontak memicu beragam reaksi dan pertanyaan dari warganet, menyoroti keberanian pilot dan potensi bahaya yang hampir saja terjadi.
"Pesawat terlihat mendarat miring hingga mesin hampir menyentuh landasan. Beruntung, pilot berhasil mengendalikan pesawat," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Menanggapi hal ini, Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan, pendaratan pesawat dengan registrasi PK-LDJ berlangsung aman dan sesuai prosedur.
“Pendaratan pesawat berlangsung dalam kondisi aman dan telah mengikuti seluruh prosedur operasional standar penerbangan,” ujar Danang dikutip dari Kompas.com, Minggu (29/06/2025).
Ia menjelaskan, peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) memang terjadi saat fase pendekatan.
Namun, kondisi tersebut masih dalam batas yang diperbolehkan.
“Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat,” katanya.
Usai mendarat, tim teknisi Batik Air langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan tidak ada kerusakan.
“Pesawat dinyatakan aman serta layak untuk melanjutkan operasional,” tegas Danang.
Ia menambahkan, keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan Batik Air.
“Kami terus berkomitmen menjalankan prosedur sesuai standar keselamatan penerbangan yang berlaku,” tutupnya. (*)