Indonesia Kirim 996 Atlet, SEA Games Thailand Jadi Tolak Ukur Pengiriman Atlet ke Olimpiade 2028

Teks Foto: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir di gedung Kemenpora, Jakarta.

Indotodaynews.id - Jakarta

Daya tempur kontingen Indonesia di SEA Games 2025 akhirnya mencapai titik terang. Tim Merah Putih berkekuatan 996 atlet untuk memperebutkan medali di Thailand, pada 9-20 Desember.

Jumlah itu dipaparkan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir, Jumat (21/11/2025). Jumlah itu naik signifikan dari edisi 2023 di Kamboja, yang hanya berkekuatan 599 atlet.

Kemenpora percaya diri mengirim 996 atlet karena nilai anggarannya yang memadai. Erick menyatakan, anggaran untuk SEA Games 2025 mencapai Rp66 miliar, dari yang sebelumnya cuma Rp10 miliar.

Kemenpora percaya diri mengirim 996 atlet karena nilai anggarannya yang memadai. Erick menyatakan, anggaran untuk SEA Games 2025 mencapai Rp66 miliar, dari yang sebelumnya cuma Rp10 miliar.

"Terima kasih kepada rekan-rekan Kemenpora yang mengikuti pemikiran dan misi yang diberikan kepada saya oleh Bapak Presiden sehingga anggaran ini tembus di Rp 66 miliar. Dengan anggaran yang meningkat kita bisa mengirimkan sesuai permintaan cabor-cabor yaitu sejumlah 996 atlet," kata Erick dalam jumpa pers.

Total 996 atlet itu akan bertempur di 48 cabang olahraga (cabor). Dari 51 cabor yang dipertandingkan di SEA Games 2025, hanya tiga yang tidak diikuti Tim Merah Putih.

Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan terbesar keeempat. Thailand selaku tuan rumah sekitar 1.800 atlet, Filipina sekira 1.200 atlet dan Malaysia 1.100 atlet.

"Semua atlet yang dikirim adalah bukan atlet coba-coba dan saya tidak memandang bulu umur. Banyak atlet muda juga berprestasi ketimbang seniornya, yang seniornya harus tetap ngotot yang muda membalap. Tidak ada atlet dan pelatih titipan, kita target oriented dengan pendanaan seefisien mungkin," ucap Erick Thohir.

Kemenpora menerapkan sistem promosi dan degradasi. SEA Games 2025 menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar uji coba menjelang Asian Games.

Erick memberikan ultimatum kepada semua cabor, terkait adanya promosi dan degradasi. Ultimatum itu tentu diarahkan kepada 17 cabor unggulan, untuk menjadikan prestasi sebagai harga mati.

"Saya minta semua cabor serius membawa medali. Ajang ini juga mesti jadi evaluasi. Jadi kalau tidak sesuai dengan target, kami ada promosi degradasi," ujar Erick. (*)