Teks Foto: Bung Gary Siagian.
Indotodaynews.com - Medan
Pendidikan politik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Dengan pemahaman politik yang baik, masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi, mulai dari mengikuti pemilu hingga mengawasi jalannya pemerintahan.
Hal itu disampaikan, Bung Gary Siagian, Selaku Pengurus GMNI Sumatera Utara, Minggu 19 Juli 2026.
Menurut Bung Gary, Bahwa pendidikan politik tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai sistem pemerintahan dan pemilu, tetapi juga membentuk sikap kritis, toleran, serta menghargai perbedaan pendapat. Masyarakat yang memiliki literasi politik yang baik cenderung lebih mampu menyaring informasi, menghindari penyebaran hoaks, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta.
"Pendidikan politik dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti kegiatan sosialisasi oleh lembaga penyelenggara pemilu, diskusi publik, pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi, serta pemanfaatan media massa dan media digital. Peran keluarga, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pendidikan juga dinilai penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini," Ujar Bung Gary.
Selain meningkatkan partisipasi dalam pemilu, pendidikan politik juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengawasi kebijakan publik serta menyampaikan aspirasi secara santun dan sesuai dengan ketentuan hukum. Dengan demikian, hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin secara lebih terbuka dan akuntabel.
Kemudian para ahli berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung upaya peningkatan pendidikan politik agar tercipta kehidupan demokrasi yang sehat, inklusif, dan bertanggung jawab.
"Melalui pemahaman politik yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, warga negara yang aktif, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan," Tukasnya. (*)
Pendidikan politik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Dengan pemahaman politik yang baik, masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi, mulai dari mengikuti pemilu hingga mengawasi jalannya pemerintahan.
Hal itu disampaikan, Bung Gary Siagian, Selaku Pengurus GMNI Sumatera Utara, Minggu 19 Juli 2026.
Menurut Bung Gary, Bahwa pendidikan politik tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai sistem pemerintahan dan pemilu, tetapi juga membentuk sikap kritis, toleran, serta menghargai perbedaan pendapat. Masyarakat yang memiliki literasi politik yang baik cenderung lebih mampu menyaring informasi, menghindari penyebaran hoaks, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta.
"Pendidikan politik dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti kegiatan sosialisasi oleh lembaga penyelenggara pemilu, diskusi publik, pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi, serta pemanfaatan media massa dan media digital. Peran keluarga, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pendidikan juga dinilai penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini," Ujar Bung Gary.
Selain meningkatkan partisipasi dalam pemilu, pendidikan politik juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengawasi kebijakan publik serta menyampaikan aspirasi secara santun dan sesuai dengan ketentuan hukum. Dengan demikian, hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin secara lebih terbuka dan akuntabel.
Kemudian para ahli berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung upaya peningkatan pendidikan politik agar tercipta kehidupan demokrasi yang sehat, inklusif, dan bertanggung jawab.
"Melalui pemahaman politik yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, warga negara yang aktif, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan," Tukasnya. (*)