Bung Gary Siagian Aktivis Mahasiswa Tapanuli Utara Soroti Pemerintah Indonesia Semakin Bobrok

Teks Foto: Bung Gary Siagian.

Indotodaynews.id - Tapanuli Utara

Saat ini Pemerintahan Indonesia sangat bobrok dan menghianati rakyat. Hal itu disampaikan oleh Bung Gary Siagian Aktivis Mahasiswa Tapanuli Utara, kepada wartawan Selasa (24/2/2026).

Ia menyebutkan, kalau kita mengikuti dan update berita akhir akhir ini yang terjadi, semua kebijakan pemerintah betul-betul sangat menyimpang dari hak hak masyarakat dan Bahkan semua yang terjadi diluar akal sehat berpikir manusia.

"Menurut saya pemerintah saat ini semakin bobrok, saya mengatakan hal ini bukan tanpa dasar. Data dilapangan yang menjadi kunci Jawaban nya kita Mulai dari program Makan bergizi gratis yang seharusnya menjadi fokus optimalisasi, malah sibuk membri bintang jasa utama,Utang negara semakin menumpuk, ekonomi genting malah ajak program Gentengisasi, BPJS kesehatan di nonaktifkan katanya hemat anggaran malah hamburkan 17 T uang untuk asing dengan dalih perdamaian, anak mengakhiri hidup nya karena tak mampu beli buku malah bilang warga Indonesia paling bahagia di dunia," Ungkap Gary Siagian.


Tak hanya itu, Gary menyampaikan bahwa masyarakat di naikan pajak untuk bayar utang negara.

"Satpol PP malah razia tukang jual ayam keliling, Petugas ABK yang baru bekerja di adili karena dituduh mengantar 2 ton sabu tapi bandar nya tidak di ketahui," Ujar Gary.

Kemudian, Gary menyampaikan, bahwa ketua BEM UGM di teror usai kritik Presiden dengan dalih kritik itu harus pakai etika, Ahmad saroni malah kembali menjadi wakil komisi III DPR RI usai melakukan pelanggaran kode etik, mirisnya lagi anak di papua tertembak meninggal jasadnya hilang usai operasi militer, siswa MTS meninggal usai di pukul menggunakan helm baja oleh oknum Brimob di tual maluku," Tegas Gary.

Selanjutnya, Gary menyampaikan bahwa Instansi yang seharusnya di Reformasi malah dikasih proyek.

"Saya mengatakan pemerintah sangat bobrok, saya heran apakah Ini pemerintah urat malu nya sudah tidak ada?, atau memang pemrintah kita sudah mulai semi semi diktator," Ucap Gary.

Diakhir wawancara, Gary berharap pemerintah kiranya segera cepat sadar dan disadarkan, juga segara mendapatkan hikmah.

"Agar kembali ke jalan yang benar untuk memperhatikan dan mensejahterakan rakyat nya," Pungkas Gary. (*)