Teks Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jumat (6/03/2026). Mentan memastikan stok beras Indonesia aman.
Indotodaynews.id - Jakarta
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memprediksi stok beras nasional akan meningkat hingga mencapai 5 juta ton pada Mei 2026. Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya produksi beras dalam negeri serta cadangan beras pemerintah yang saat ini berada pada level tinggi.
Amran menyebutkan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 3,76 juta ton. Ia memperkirakan jumlah tersebut masih akan terus bertambah dalam dua bulan ke depan seiring masuknya musim panen dan meningkatnya produksi padi di berbagai daerah.
“Sekarang stok kita 3,76 juta ton. Hari ini tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Maret. Kemungkinannya dua bulan ke depan, minimal bisa mencapai 5 juta ton. Itu belum pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Menurut Amran, produksi beras nasional saat ini terus berjalan setiap bulan dengan kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras nasional berada di sekitar 2,5 juta ton per bulan.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai stok beras nasional berada pada posisi aman untuk beberapa bulan ke depan.
“Stok kita aman sampai 10 bulan, hampir 11 bulan atau sekitar 324 hari,” katanya.
Meski demikian, Amran mengingatkan agar angka ketahanan pangan tersebut tidak disalahartikan sebagai cadangan yang tidak diproduksi kembali. Ia menegaskan bahwa produksi beras tetap berjalan setiap bulan sehingga stok akan terus bertambah.
Selain memastikan ketersediaan beras, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun.
Namun, Amran menilai dampak El Nino tahun ini diperkirakan tidak akan sekuat fenomena serupa yang terjadi pada 2023.
“Tidak usah risau, El Nino sekarang ini lebih lemah daripada sebelumnya. Insyaallah kita bisa hadapi,” ujarnya. (*)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memprediksi stok beras nasional akan meningkat hingga mencapai 5 juta ton pada Mei 2026. Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya produksi beras dalam negeri serta cadangan beras pemerintah yang saat ini berada pada level tinggi.
Amran menyebutkan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 3,76 juta ton. Ia memperkirakan jumlah tersebut masih akan terus bertambah dalam dua bulan ke depan seiring masuknya musim panen dan meningkatnya produksi padi di berbagai daerah.
“Sekarang stok kita 3,76 juta ton. Hari ini tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Maret. Kemungkinannya dua bulan ke depan, minimal bisa mencapai 5 juta ton. Itu belum pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Menurut Amran, produksi beras nasional saat ini terus berjalan setiap bulan dengan kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras nasional berada di sekitar 2,5 juta ton per bulan.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai stok beras nasional berada pada posisi aman untuk beberapa bulan ke depan.
“Stok kita aman sampai 10 bulan, hampir 11 bulan atau sekitar 324 hari,” katanya.
Meski demikian, Amran mengingatkan agar angka ketahanan pangan tersebut tidak disalahartikan sebagai cadangan yang tidak diproduksi kembali. Ia menegaskan bahwa produksi beras tetap berjalan setiap bulan sehingga stok akan terus bertambah.
Selain memastikan ketersediaan beras, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun.
Namun, Amran menilai dampak El Nino tahun ini diperkirakan tidak akan sekuat fenomena serupa yang terjadi pada 2023.
“Tidak usah risau, El Nino sekarang ini lebih lemah daripada sebelumnya. Insyaallah kita bisa hadapi,” ujarnya. (*)