Teks Foto: Dicky dan Yosef.
Indotodaynews.id - NTT
Saat yang lain asik rebutan keuntungan proyek catering dapur MBG, anak di NTT juga memilih menyelamatkan dapur ibunya dengan nyawa.
Eks presiden mahasiswa Dicky Wahyudi cibro dan presiden mahasiswa Yosef aprian simanjuntak minta STOP MBG jika memang persiapan nya tidak matang
"Sudah setahun lebih Makanan Bergizi gratis berajalan di Indonesia , dan menuai banyak komentar dan kritikan baik itu negatif dan positif," Kata Dicky Wahyudi, Jum'at 6 Februari 2026.
"Kita tahu bahwa program makanan bergizi gratis memang sangat bermanfaat untuk menunjang penanganan kesenjangan sosial namun
Melihat dari catatan waktu beberapa bulan terakhir nampak nya program makan bergizi gratis mulai di anggap jadi point yang sangat serius untuk di tanggapi," Timpal Yosef aprian.
Dalam hal ini 2 aktivis mahasiswa Dicky wahyudi cibro dan Yosef aprian simanjuntak menyampaikan pandangan nya
Mereka mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah teralu ambisius dan terburu buru dalam melaksanakan program MBG tanpa persiapan yang matang , sehingga banyak permasalahan sosial yang terjadi , MBG dinilai malah menimbulkan ketimpangan sosial
"MBG bukan lagi menjadi solusi dalam kesenjangan sosial malah sebagai pemicu ketimpangan itu terjadi," Tegas Dicky dan Yosef.
Mereka menyebutkan Mulai dari anggaran pendidikan yang jauh di kurangi untuk mendukung program MBG sampai kepada pendistribusian MBG yang dinilai menjadi ajang proyek bagi beberapa masyarakat kalangan menengah keatas yang mempunyai modal.
"sistem nya jelas bagi siapa saja yang punya modal bisa bangun dapur, tidak heran kalau para pengusaha dan kalangan elit berebutan proyek ini," Sebut Dicky.
"Ini namanya memperkaya orang yang makin kaya ,bahkan ada beberapa isu tindakan nepotisme yang terjadi di beberapa dapur,ini jelas sudah mendukung ketimpangan itu terjadi,"Sambung Yosef.
Ironisnya lagi saat beberapa orang asik memperebutkan Proyek MBG untuk meraih keuntungan, kita malah menangis dibuat berita seorang adik di NTT yang memilih mengakhiri hidup nya demi untuk menyelamatkan dapur ibunya, menyelamatkan saudara-saudarnya bahkan menyelamatkan pendidikan anak Indonesia, karena tindakan ini menurut kami adalah salah satu tamparan keras kepada pemerintah bahwa pemerintah Indonesia di anggap tidak mampu dalam mengatasi kesenjangan sosial yang terjadi
Bayangkan 1 porsi MBG dengan bajet 15.000 sudah bisa membeli buku sekolah minimal 3 biji, jadi kami meminta kepada pemerintah kalau belum punya persiapan yang matang sebaiknya MBG di berhentikan dulu. (*)
Saat yang lain asik rebutan keuntungan proyek catering dapur MBG, anak di NTT juga memilih menyelamatkan dapur ibunya dengan nyawa.
Eks presiden mahasiswa Dicky Wahyudi cibro dan presiden mahasiswa Yosef aprian simanjuntak minta STOP MBG jika memang persiapan nya tidak matang
"Sudah setahun lebih Makanan Bergizi gratis berajalan di Indonesia , dan menuai banyak komentar dan kritikan baik itu negatif dan positif," Kata Dicky Wahyudi, Jum'at 6 Februari 2026.
"Kita tahu bahwa program makanan bergizi gratis memang sangat bermanfaat untuk menunjang penanganan kesenjangan sosial namun
Melihat dari catatan waktu beberapa bulan terakhir nampak nya program makan bergizi gratis mulai di anggap jadi point yang sangat serius untuk di tanggapi," Timpal Yosef aprian.
Dalam hal ini 2 aktivis mahasiswa Dicky wahyudi cibro dan Yosef aprian simanjuntak menyampaikan pandangan nya
Mereka mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah teralu ambisius dan terburu buru dalam melaksanakan program MBG tanpa persiapan yang matang , sehingga banyak permasalahan sosial yang terjadi , MBG dinilai malah menimbulkan ketimpangan sosial
"MBG bukan lagi menjadi solusi dalam kesenjangan sosial malah sebagai pemicu ketimpangan itu terjadi," Tegas Dicky dan Yosef.
Mereka menyebutkan Mulai dari anggaran pendidikan yang jauh di kurangi untuk mendukung program MBG sampai kepada pendistribusian MBG yang dinilai menjadi ajang proyek bagi beberapa masyarakat kalangan menengah keatas yang mempunyai modal.
"sistem nya jelas bagi siapa saja yang punya modal bisa bangun dapur, tidak heran kalau para pengusaha dan kalangan elit berebutan proyek ini," Sebut Dicky.
"Ini namanya memperkaya orang yang makin kaya ,bahkan ada beberapa isu tindakan nepotisme yang terjadi di beberapa dapur,ini jelas sudah mendukung ketimpangan itu terjadi,"Sambung Yosef.
Ironisnya lagi saat beberapa orang asik memperebutkan Proyek MBG untuk meraih keuntungan, kita malah menangis dibuat berita seorang adik di NTT yang memilih mengakhiri hidup nya demi untuk menyelamatkan dapur ibunya, menyelamatkan saudara-saudarnya bahkan menyelamatkan pendidikan anak Indonesia, karena tindakan ini menurut kami adalah salah satu tamparan keras kepada pemerintah bahwa pemerintah Indonesia di anggap tidak mampu dalam mengatasi kesenjangan sosial yang terjadi
Bayangkan 1 porsi MBG dengan bajet 15.000 sudah bisa membeli buku sekolah minimal 3 biji, jadi kami meminta kepada pemerintah kalau belum punya persiapan yang matang sebaiknya MBG di berhentikan dulu. (*)