Teks Foto: Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama (kiri), dan Mario Suryo Aji.
Indotodaynews.com - Jakarta
Pembalap Idemitsu Honda Team Asia, Mario Aji berkomitmen mempertajam race craft selama jeda putaran pertama Moto2 2026.
Race craft merupakan keahlian, kecerdasan, dan naluri taktis seorang pembalap saat berada di lintasan. Race craft ini yang dianggap jadi kendala pada putaran pertama.
"Saya rasa yang perlu ditingkatkan adalah race craft sekarang dan internal tim sudah memberikan usulan atau plan yang berbeda untuk balapan selanjutnya," kata Mario di Yogyakarta, Minggu (20/7/2026) sore.
Pembalap asal Magetan, Jawa Timur itu memang melalui awal musim yang kurang cemerlang. Sepanjang paruh pertama, dia sudah crash dan gagal finis sebanyak empat kali.
"[Crash], ya nggak ada alasan tertentu, kami semua pembalap melakukan kesalahan yang mungkin tidak tahu kenapa, tidak tahu alasannya," ucapnya dalam acara di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.
"Dan race by race untuk meningkatkan percaya diri enggak gampang. Jadi, ya untuk saat ini fokus saya saat ini mengembangkan race craft," ujar pemuda 20 tahun tersebut menjelaskan.
Mario juga sempat melewatkan beberapa seri balapan karena masih menjalani pemulihan cedera retak pada ruas tulang leher. Dia mengakui musim ini adalah musim yang tidak mudah.
"Ya, awal musim yang cukup sulit. Kami sempat kompetitif di fase-fase pertama, tapi ada cedera yang mengharuskan untuk melewatkan balapan lima-enam (seri)," kata Mario.
Pembalap 22 tahun itu percaya fase-fase sulit seperti ini adalah waktu mengevaluasi diri dan mencari momentum kebangkitan. Mario bersyukur bisa comeback di Sirkuit Sachsenring, Jerman.
"Untuk sekarang mungkin pelajaran yang bisa kami kembangkan di depannya adalah execute di hari Minggu. Jadi, untuk speed kami rasa sudah ada di level yang kompetitif," ujarnya.
Mario bersama Veda Ega Pratama, pembalap Moto3 2026, dijadwalkan latihan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebelum mengaspal di Sirkuit Silverstone, Inggris pada 7-9 Agustus. (*)
Pembalap Idemitsu Honda Team Asia, Mario Aji berkomitmen mempertajam race craft selama jeda putaran pertama Moto2 2026.
Race craft merupakan keahlian, kecerdasan, dan naluri taktis seorang pembalap saat berada di lintasan. Race craft ini yang dianggap jadi kendala pada putaran pertama.
"Saya rasa yang perlu ditingkatkan adalah race craft sekarang dan internal tim sudah memberikan usulan atau plan yang berbeda untuk balapan selanjutnya," kata Mario di Yogyakarta, Minggu (20/7/2026) sore.
Pembalap asal Magetan, Jawa Timur itu memang melalui awal musim yang kurang cemerlang. Sepanjang paruh pertama, dia sudah crash dan gagal finis sebanyak empat kali.
"[Crash], ya nggak ada alasan tertentu, kami semua pembalap melakukan kesalahan yang mungkin tidak tahu kenapa, tidak tahu alasannya," ucapnya dalam acara di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.
"Dan race by race untuk meningkatkan percaya diri enggak gampang. Jadi, ya untuk saat ini fokus saya saat ini mengembangkan race craft," ujar pemuda 20 tahun tersebut menjelaskan.
Mario juga sempat melewatkan beberapa seri balapan karena masih menjalani pemulihan cedera retak pada ruas tulang leher. Dia mengakui musim ini adalah musim yang tidak mudah.
"Ya, awal musim yang cukup sulit. Kami sempat kompetitif di fase-fase pertama, tapi ada cedera yang mengharuskan untuk melewatkan balapan lima-enam (seri)," kata Mario.
Pembalap 22 tahun itu percaya fase-fase sulit seperti ini adalah waktu mengevaluasi diri dan mencari momentum kebangkitan. Mario bersyukur bisa comeback di Sirkuit Sachsenring, Jerman.
"Untuk sekarang mungkin pelajaran yang bisa kami kembangkan di depannya adalah execute di hari Minggu. Jadi, untuk speed kami rasa sudah ada di level yang kompetitif," ujarnya.
Mario bersama Veda Ega Pratama, pembalap Moto3 2026, dijadwalkan latihan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebelum mengaspal di Sirkuit Silverstone, Inggris pada 7-9 Agustus. (*)