Prabowo Minta Jajaran Kabinet Gerak Cepat Atasi Bencana Banjir di Pulau Jawa

Teks Foto: Prabowo Subianto.

Indotodaynews.id - Jakarta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran kabinet bergerak cepat menangani musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. 

"Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kita seluruh jajaran untuk penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian," kata Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi di Jakarta, Senin (19/1/2026), dipantau dari YouTube Kementerian Sekretariat Negara RI. 

Selain prioritas penyelamatan korban, kata Prasetyo, Presiden meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera mengidentifikasi zona rawan bencana guna mempercepat proses mitigasi di masa depan. 

"Bapak Presiden kembali menekankan bahwa meminta kepada Pak Mendagri untuk secepatnya melakukan identifikasi terhadap titik-titik, wilayah-wilayah, zona-zona yang memang karena kondisi curah hujan, itu akan berpotensi terjadinya banjir atau terjadinya rob atau terjadinya genangan-genangan," ujarnya. 

Menurut Prasetyo, sudah menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan, mengantisipasi, dan memitigasi agar banjir yang terjadi berkurang dampaknya. 

Prasetyo menambahkan pemerintah berencana mengunjungi wilayah Jawa Tengah yang masih dilanda banjir. 

"Nanti kita rencanakan," ujarnya. 

Salah satu daerah di Pulau Jawa yang terendam banjir pada awal tahun ini adalah Kabupaten Kudus.

Dilansir daari akun media sosial Instagram Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus, @diskominfokudus, Senin (19/1/2026), berdasarkan data BPBD Kabupaten Kudus, tercatat ada 7 kecamatan yang terdampak banjir dan limpasan.

Tujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Mejobo dengan 10 desa terdampak, Kecamatan Undaan 4 desa terdampak, Kecamatan Jekulo 5 desa terdampak, Kecamatan Kaliwungu 9 desa terdampak, Kecamatan Kota 2 desa terdampak, Kecamatan Bae 1 desa terdampak, dan Kecamatan Jati 7 desa terdampak. 

Total masyarakat yang terdampak tercatat 15.014 kepala keluarga atau 45.828 jiwa. Kemudian, tercatat 2.249 jiwa mengungsi, 4 jiwa tercatat meninggal dunia, dan 5 luka ringan. 

Sementara itu, menurut keterangan dari laman Humas Kabupaten Pati pada 17 Januari 2026, ada dua korban jiwa akibat bencana banjir di Pati, sementara ribuan warga lainnya mengungsi. 

Selain itu, tercatat rumah warga yang rusak mencapai lebih dari seribu unit.  (*)