Teks Foto: Jenazah Mochamad Faik, anggota Satpol PP Kebumen yang meninggal saat mengevakuasi ODGJ, diberangkatkan ke TPU dari rumah duka di wilayah Jalan Pemuda Gang Pundak Keposan, Kelurahan/Kecamatan Kebumen, Selasa (3/2/2026).
Indotodaynews.id - Jawa Tengah
Insiden meninggalnya anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kebumen, Jawa Tengah, jadi sorotan publik.
Kasus ini menyoroti tantangan serius dalam penanganan ODGJ, terlebih mereka yang bersenjata tajam.
Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata mengatakan, anggota Satpol PP bernama Mochamad Faik (33) meninggal dunia setelah lehernya dibacok ODGJ yang akan dievakuasi, Senin (2/2/2026) kemarin.
Ia menceritakan kronologi tewasnya Faik saat bertugas di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen, Senin (2/2/2026).
Bermula dari warga yang melapor bahwa ada ODGJ laki-laki yang bernama Ruwandi yang kerap meresahkan warga karena membawa senjata tajam.
Evakuasi pun direncanakan pemerintah desa dengan melibatkan Satpol PP, TNI-Polri, serta petugas puskesmas setempat.
"Karena orang yang diduga ODGJ ini sering membawa sajam, jadi diminta lah bantuan perkuatan,"
"Saat penanganan tersebut terjadilah insiden (pembacokan)," ujar Dwi Atma.
Saat proses evakuasi berlangsung, upaya petugas membujuk agar senjata dilepaskan tidak berhasil.
Aksinya, ODGJ tersebut mengamuk dan menyerang anggota Satpol PP.
"Di mana sabit atau arit yang dibawa orang diduga ODGJ ini dipukulkan ke anggota Satpol PP," ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Faik pun mengalami luka di leher dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan.
Nahas, saat dirujuk ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.
Laki-laki ODGJ pun telah berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Prembun untuk observasi.
"Mengingat yang bersangkutan sering menjadi pasien di puskesmas setempat," terangnya.
Sejumlah barang bukti seperti sabit, pisau daging, dan linggis diamankan pihak kepolisian.
Terpisah, Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pihaknya saat ini melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.
"Saat ini Polres Kebumen sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian ini," katanya.
Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen menemukan bercak darah di jalan depan rumah ODGJ saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata mengatakan, kasus ini ditangani oleh Unit Pidana Umum (Pidum).
"Penyelidikan masih berjalan untuk mendalami unsur peristiwa, termasuk rangkaian tindakan saat evakuasi serta penanganan terhadap terduga pelaku," jelas AKP Yofi. (*)
Insiden meninggalnya anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kebumen, Jawa Tengah, jadi sorotan publik.
Kasus ini menyoroti tantangan serius dalam penanganan ODGJ, terlebih mereka yang bersenjata tajam.
Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata mengatakan, anggota Satpol PP bernama Mochamad Faik (33) meninggal dunia setelah lehernya dibacok ODGJ yang akan dievakuasi, Senin (2/2/2026) kemarin.
Ia menceritakan kronologi tewasnya Faik saat bertugas di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen, Senin (2/2/2026).
Bermula dari warga yang melapor bahwa ada ODGJ laki-laki yang bernama Ruwandi yang kerap meresahkan warga karena membawa senjata tajam.
Evakuasi pun direncanakan pemerintah desa dengan melibatkan Satpol PP, TNI-Polri, serta petugas puskesmas setempat.
"Karena orang yang diduga ODGJ ini sering membawa sajam, jadi diminta lah bantuan perkuatan,"
"Saat penanganan tersebut terjadilah insiden (pembacokan)," ujar Dwi Atma.
Saat proses evakuasi berlangsung, upaya petugas membujuk agar senjata dilepaskan tidak berhasil.
Aksinya, ODGJ tersebut mengamuk dan menyerang anggota Satpol PP.
"Di mana sabit atau arit yang dibawa orang diduga ODGJ ini dipukulkan ke anggota Satpol PP," ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Faik pun mengalami luka di leher dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan.
Nahas, saat dirujuk ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.
Laki-laki ODGJ pun telah berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Prembun untuk observasi.
"Mengingat yang bersangkutan sering menjadi pasien di puskesmas setempat," terangnya.
Sejumlah barang bukti seperti sabit, pisau daging, dan linggis diamankan pihak kepolisian.
Terpisah, Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pihaknya saat ini melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.
"Saat ini Polres Kebumen sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian ini," katanya.
Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen menemukan bercak darah di jalan depan rumah ODGJ saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata mengatakan, kasus ini ditangani oleh Unit Pidana Umum (Pidum).
"Penyelidikan masih berjalan untuk mendalami unsur peristiwa, termasuk rangkaian tindakan saat evakuasi serta penanganan terhadap terduga pelaku," jelas AKP Yofi. (*)