Teks Foto: Nikolaus Julio Sitorus.
Indotodaynews.com - Pematangsiantar
Pentingnya Visi misi menjadi cetak biru (blueprint) perjalanan arah pembangunan kota selama lima tahun, pedoman utama pengalokasian APBD, serta alat ukur akuntabilitas bagi masyarakat untuk menilai kinerja dan menagih janji politik kepala daerah terpilih.
Hal itu disampaikan Nikolaus Julio Sitorus, Selaku Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Cabang siantar.
"Selayaknya seorang pemimpin kota Pematangsiantar, Wesly silalahi hari ini adalah gambaran proaktifnya kota pematangsiantar terutama dalam proses Pembagunan karena kedudukannya sebagai Pemimpin daerah selayaknya seorang Nahkoda yang membawa Kapal berlayar," kata Nikolaus Julio Sitorus, Senin (13/7/2026).
Kemudian, Nikolaus Sitorus menyebutkan, Dalam progres kerja Wesly silalahi dapat dinilai dari janji politik dan tata pengelolaan Anggaran yang tepat sasaran untuk mewujudkan satu per satu dari Visi misinya. Visi misi yang dibentuk bukan hanya sekadar Kata dan tuangan janji politik, namun itu adalah Acuan gambaran ke-Progresifan seorang Pemimpin dalam melaksanakan Tanggungjawabnya.
Nikolaus menganggap, Sejak dilantik pada 20 februari 2025, kami memandang tidak ada upaya Walikota pematangsiantar untuk merealisasikan visi misinya dan bahkan pernyataan wesly silalahi bahwa: "Pemko Pematangsiantar tidak dapat Wujudkan Visi misi Tanpa Kolaborasi".
"Hal ini kami tafsir adalah bentuk pesimis dari seorang pemimpin dan dapat memicu kekecewaan Rakyat. Apabila kepala daerah kita sudah berucap demikian, artinya penilaian saya Tubuh pemko pematangsiantar hari ini sedang tidak terKoordinir dengan baik, dan saya menduga Adanya dua Matahari didalam Lingkup Pemerintah Kota Pematangsiantar," Ucap Nikolaus.
Gerakan Pemuda Marhaenis Cabang Siantar hadir sebagai Organ pengamat jalannya Konstitusional dalam tubuh Pemerintahan Terutama Pemko Pematangsiantar yang kami Tegaskan bahwa Kehadiran GPM diKota Pematangsiantar bukan hanya sekedar sebagai Penonton Jalannya kekuasaan tanpa berani mengambil sebuah tindakan Upaya pendisiplinan. GPM akan selalu tegak berdiri dan hadir demi terciptanya Pemerintahan yang Progresif, adil, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat, akhir kata Salam Nasional... Merdeka! (*)
Pentingnya Visi misi menjadi cetak biru (blueprint) perjalanan arah pembangunan kota selama lima tahun, pedoman utama pengalokasian APBD, serta alat ukur akuntabilitas bagi masyarakat untuk menilai kinerja dan menagih janji politik kepala daerah terpilih.
Hal itu disampaikan Nikolaus Julio Sitorus, Selaku Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Cabang siantar.
"Selayaknya seorang pemimpin kota Pematangsiantar, Wesly silalahi hari ini adalah gambaran proaktifnya kota pematangsiantar terutama dalam proses Pembagunan karena kedudukannya sebagai Pemimpin daerah selayaknya seorang Nahkoda yang membawa Kapal berlayar," kata Nikolaus Julio Sitorus, Senin (13/7/2026).
Kemudian, Nikolaus Sitorus menyebutkan, Dalam progres kerja Wesly silalahi dapat dinilai dari janji politik dan tata pengelolaan Anggaran yang tepat sasaran untuk mewujudkan satu per satu dari Visi misinya. Visi misi yang dibentuk bukan hanya sekadar Kata dan tuangan janji politik, namun itu adalah Acuan gambaran ke-Progresifan seorang Pemimpin dalam melaksanakan Tanggungjawabnya.
Nikolaus menganggap, Sejak dilantik pada 20 februari 2025, kami memandang tidak ada upaya Walikota pematangsiantar untuk merealisasikan visi misinya dan bahkan pernyataan wesly silalahi bahwa: "Pemko Pematangsiantar tidak dapat Wujudkan Visi misi Tanpa Kolaborasi".
"Hal ini kami tafsir adalah bentuk pesimis dari seorang pemimpin dan dapat memicu kekecewaan Rakyat. Apabila kepala daerah kita sudah berucap demikian, artinya penilaian saya Tubuh pemko pematangsiantar hari ini sedang tidak terKoordinir dengan baik, dan saya menduga Adanya dua Matahari didalam Lingkup Pemerintah Kota Pematangsiantar," Ucap Nikolaus.
Gerakan Pemuda Marhaenis Cabang Siantar hadir sebagai Organ pengamat jalannya Konstitusional dalam tubuh Pemerintahan Terutama Pemko Pematangsiantar yang kami Tegaskan bahwa Kehadiran GPM diKota Pematangsiantar bukan hanya sekedar sebagai Penonton Jalannya kekuasaan tanpa berani mengambil sebuah tindakan Upaya pendisiplinan. GPM akan selalu tegak berdiri dan hadir demi terciptanya Pemerintahan yang Progresif, adil, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat, akhir kata Salam Nasional... Merdeka! (*)