Aktivis KontraS Andrie Yunus Terancam Cacat atau Buta Permanen

Teks Foto: Kondisi Andrie Yunus usai disiram air keras oleh OTK.

Indotodaynews.id - Jakarta

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mengungkap potensi aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, alami kebutaan permanen. Hal itu lantaran rembesan dari cairan air keras sudah masuk ke mata sebelah kanan Andrie. Hingga kini Andrie masih dirawat di fasilitas High Care Unit (HCU) RSCM, Jakarta Pusat.

"Ternyata di matanya itu, lukanya terus merembes. Kami khawatir betul ada potensi kebutaan total dan bola matanya harus dicabut. Jadi, itu yang membuat kami juga sedih," ujar Isnur, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, air keras yang disiram ke bagian wajah dan tubuh Andrie sangat pekat. Terbukti lebih dari 20 persen bagian kanan tubuh Andrie mengalami luka bakar.

"Ini tujuannya memang untuk melukai," tutur dia.

Ia juga mengungkapkan, di bagian tubuh lainnya yang mengalami luka bakar harus dilakukan operasi. Jaringan kulit dari bagian lain tubuh Andrie digunakan untuk menggantikan bagian yang kena luka bakar.

Lebih lanjut, Isnur mengatakan, pihaknya dan sejumlah LSM yang tergabung di dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) juga melakukan investigasi mandiri. Hasilnya, mereka menduga pelaku lapangan yang menyiram air keras ke Andrie bukan empat orang. Jumlahnya setidaknya mencapai 16 orang.

Isnur pun menemukan sejumlah bukti ada koordinasi dan komunikasi terorganisir terkait rencana aksi teror terhadap Andrie. Bahkan, TAUD juga menemukan titik pos pelaku berkumpul sebelum beraksi di area Menteng.

"Itu ada 16 orang yang kami yakini secara terhubung. Wajah-wajah (pelakunya) ter-capture oleh kamera-kamera. Jadi, bukan hanya empat orang yang bertugas membuntuti dan menyiram. Tapi, ada semacam koordinator lapangan yang memerintahkan, menarik," tutur dia.

Ia pun mendesak pihak kepolisian agar menelusuri dan membongkar temuan TAUD. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI.

"Kami kecewa ada pelambatan di situ," imbuhnya. (*)