Pemerintah Pastikan Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadhan

Teks Foto: Ilustrasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Indotodaynews.id - Jakarta

Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dibagikan saat bulan Ramadhan nanti. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan Namun, kata dia, MBG bakal didapat para siswa dalam bentuk makanan kering. 

“Jadi Ramadhan tetap berjalan, bagi sekolah-sekolah yang beragama Islam, kan datang anaknya sekolah kan, tapi berpuasa,” kata Zulhas, saat Zulkifli, kepada wartawan di kantor Bulog, Makassar, Jumat (6/2/2026).

Zulhas menerangkan bahwa menu MBG akan diberikan kepada siswa pada waktu pulang sekolah untuk dibawa pulang.

“Nanti waktu pulang diberikan makan dalam bentuk kering seperti tadi. Misalnya telur rebus kan kering ya, susu, roti, kurma misalnya, itu kering. Jadi dalam bentuk kering,” jelasnya. Namun, kata Zulhas untuk sekolah yang mayoritas siswa beragama selain Islam akan tetap diberikan menu MBG seperti di hari-hari biasa.

“Tetapi yang daerah-daerah yang siswanya itu tidak berpuasa seperti di NTT misalnya, di Papua, dia seperti biasa. Dapat makan seperti biasa,” ujarnya. “Tapi kalau di pondok-pondok, ya pondok-pondok pesantren, itu jamnya berubah. Biasanya dikasih siang, ini ngasihnya pas buka. Pas buka puasa, jadi waktunya yang bergeser,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa MBG tetap berjalan, meski libur sekolah, dan akan diperuntukan bagi ibu hamil dan balita. “Tapi untuk ibu-ibu hamil, balita, itu tetap tidak ada perubahan. Jadi yang berubah di sekolah-sekolah yang berpuasa, itu diganti makanan kering,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas memantau langsung produksi dan distribusi MBG di Makassar. Ia pun mengeklaim bahwa pelaksaan MBG di Sulawesi Selatan aman dan bergizi. “MBG, SPPG-nya aman, masaknya sesuai dengan gizi, aman. Dipastikan menunya harus bagus,” kata Zulhas.

Menurutnya, MBG di Sulsel telah memenuhi syarat menu bergizi, sehingga menu yang disediakan sesuai kebutuhan. “Tadi kita lihat, semua sudah memenuhi karena ada ahli gizi, ya. Jadi setiap SPPG sekarang sudah ada ahli gizinya, jadi semua yang dimasak sesuai dengan kebutuhan anak-anak kita agar tumbuh sempurna, juga tumbuh otaknya juga sempurna,” terangnya.

Zulhas memastikan bahwa menu yang diberikan kepada pelajar memiliki protein, karbohidrat, dan serat. Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, menu makanan MBG akan memiliki daya tahan hingga 12 jam sehingga masih layak dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. "Tahan 12 jam, sehingga untuk yang puasa dikonsumsinya pada saat buka. Seperti tahun lalu, untuk daerah yang mayoritas berpuasa, makanan akan dibagikan pada saat jam sekolah," ujar Dadan, Senin (19/1/2026).

Dadan memastikan, seluruh penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetap mendapatkan MBG meskipun adanya perubahan skema penyaluran saat bulan puasa.

"Semua (diutamakan) baik yang puasa maupun tidak puasa, hanya mekanismenya yang berbeda. Kalau di daerah yang tidak puasa kan normal seperti hari biasa. Untuk daerah yang puasa, makanannya siap santap dibawa untuk dikonsumsi saat buka," kata dia. (*)