Teks Foto: Foto bersama saat kegiatan Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di Yogyakarta.
Indotodaynews.com - Yogyakarta
Berbicara tentang pendidikan kita berbicara tentang masa depan, dan ini tidak semata tugas dinas pendidikan, tetapi lintas sektor secara menyeluruh dan terpadu. Pemerintah Kota Pematangsiantar; melalui dinas pendidikan berupaya menembus batas sektoral dan membangun kolaborasi nyata demi melahirkan generasi emas yang berdaya saing.
Meski baru menjabat 21 hari sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Syaiful Rizal, S. STP. menjadi salah satu narasumber aktif pada sesi strategis “Rembuk Daerah” pada ajang tahunan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026.
Acara bergengsi skala nasional ini diselenggarakan Lingkar Daerah Belajar (LDB) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dihadiri puluhan pemerintah daerah dengan tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada", yang berlangsung khidmat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu s.d. Kamis, 1 s.d. 2 Juli 2026.
KPI merupakan forum tahunan Lingkar Daerah Belajar yang bertujuan mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh penjuru Indonesia dengan fokus utama percepatan transformasi pendidikan melalui kolaborasi daerah, pembangunan ekosistem pendidikan yang inklusif, serta berbagai praktik baik yang berpihak kepada anak.
Kehadiran Delegasi Penuh dan Sinergi LDB Kota Pematangsiantar
Keterlibatan Pematangsiantar di forum nasional ini tidak lepas dari kepemimpinan yang solid dan kolaboratif. Delegasi resmi dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Bapak Syaiful Rizal, S.STP., didampingi jajaran strategisnya, yaitu Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar (Kabid PAUD Dikdas) serta Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Kabid PTK). Partisipasi aktif yang berujung penghargaan ini berhasil terwujud berkat koordinasi intensif dan peran Erlina Anriani Siahaan, S.Pd., selaku koordinator Lingkar Daerah Belajar (LDB) Kota Pematangsiantar.
Melalui sinergi LDB lokal dan nasional inilah, praktik-praktik baik (best practices) tata kelola pendidikan di Kota Pematangsiantar dapat dikemas secara apik untuk dipaparkan di hadapan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari berbagai wilayah di Indonesia.
Konferensi Pendidikan Indonesia juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Wakil Menteri Dalam Negeri. Syaiful menuturkan, dari dialog tersebut banyak gagasan yang dibawa pulang sebagai semangat untuk memajukan dan mendorong pendidikan di Kota Pematangsiantar yang lebih baik. Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar dijadwalkan tampil pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Gedung Alumni UNY (Ruang Paralel 1 / Sesi Rembuk Daerah 5) dari pukul 08.20 hingga 09.50 WIB. Dalam sesi interaktif tersebut, Kota Pematangsiantar bertukar perspektif secara dinamis dengan daerah lain seperti Kabupaten Jember, Kab. PALI, Kab. Ogan Ilir, dan Kab. Dharmasraya.
Pematangsiantar dinilai sangat tajam dan solutif dalam membedah serta menjawab tantangan nyata yang dikaitkan dengan Fokus Tema Kebijakan Prioritas nasional, yaitu: Peningkatan Mutu Pendidikan: Membagikan rumusan solusi inovatif dan pemanfaatan instrumen berbasis data seperti Rapor Pendidikan Daerah serta pemetaan awal terpadu untuk perencanaan program yang kontekstual.
“Kami telah melakukan pemetaan mulai dari pemerataan dan kompetensi guru dan akan terus melakukan terobosan dengan mengkorelasikan kontekstual kondisi Pematangsiantar dengan program-program prioritas Kemendikdasmen,” tutur Syaiful.
Apresiasi berupa penghargaan sebagai narasumber aktif ini membuktikan inisiatif dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang berjalan di Kota Pematangsiantar diakui sebagai pembelajaran yang sangat berharga bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Sesi ini pun ditutup dengan refleksi dan mengucapkan bersama janji publik pemangku kepentingan untuk menghasilkan gagasan kolektif yang siap diimplementasikan di tingkat lokal.
Dengan pencapaian gemilang di KPI 2026 ini, Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar bersama Lingkar Daerah Belajar berkomitmen untuk mengambil langkah kolaboratif lintas sektor yang terus diperkuat demi memastikan ekosistem pendidikan yang inklusif, berpihak pada anak, dan siap menyongsong masa depan yang jauh lebih cerah. (*)
Berbicara tentang pendidikan kita berbicara tentang masa depan, dan ini tidak semata tugas dinas pendidikan, tetapi lintas sektor secara menyeluruh dan terpadu. Pemerintah Kota Pematangsiantar; melalui dinas pendidikan berupaya menembus batas sektoral dan membangun kolaborasi nyata demi melahirkan generasi emas yang berdaya saing.
Meski baru menjabat 21 hari sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Syaiful Rizal, S. STP. menjadi salah satu narasumber aktif pada sesi strategis “Rembuk Daerah” pada ajang tahunan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026.
Acara bergengsi skala nasional ini diselenggarakan Lingkar Daerah Belajar (LDB) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dihadiri puluhan pemerintah daerah dengan tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada", yang berlangsung khidmat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu s.d. Kamis, 1 s.d. 2 Juli 2026.
KPI merupakan forum tahunan Lingkar Daerah Belajar yang bertujuan mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh penjuru Indonesia dengan fokus utama percepatan transformasi pendidikan melalui kolaborasi daerah, pembangunan ekosistem pendidikan yang inklusif, serta berbagai praktik baik yang berpihak kepada anak.
Kehadiran Delegasi Penuh dan Sinergi LDB Kota Pematangsiantar
Keterlibatan Pematangsiantar di forum nasional ini tidak lepas dari kepemimpinan yang solid dan kolaboratif. Delegasi resmi dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Bapak Syaiful Rizal, S.STP., didampingi jajaran strategisnya, yaitu Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar (Kabid PAUD Dikdas) serta Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Kabid PTK). Partisipasi aktif yang berujung penghargaan ini berhasil terwujud berkat koordinasi intensif dan peran Erlina Anriani Siahaan, S.Pd., selaku koordinator Lingkar Daerah Belajar (LDB) Kota Pematangsiantar.
Melalui sinergi LDB lokal dan nasional inilah, praktik-praktik baik (best practices) tata kelola pendidikan di Kota Pematangsiantar dapat dikemas secara apik untuk dipaparkan di hadapan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari berbagai wilayah di Indonesia.
Konferensi Pendidikan Indonesia juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Wakil Menteri Dalam Negeri. Syaiful menuturkan, dari dialog tersebut banyak gagasan yang dibawa pulang sebagai semangat untuk memajukan dan mendorong pendidikan di Kota Pematangsiantar yang lebih baik. Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar dijadwalkan tampil pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Gedung Alumni UNY (Ruang Paralel 1 / Sesi Rembuk Daerah 5) dari pukul 08.20 hingga 09.50 WIB. Dalam sesi interaktif tersebut, Kota Pematangsiantar bertukar perspektif secara dinamis dengan daerah lain seperti Kabupaten Jember, Kab. PALI, Kab. Ogan Ilir, dan Kab. Dharmasraya.
Pematangsiantar dinilai sangat tajam dan solutif dalam membedah serta menjawab tantangan nyata yang dikaitkan dengan Fokus Tema Kebijakan Prioritas nasional, yaitu: Peningkatan Mutu Pendidikan: Membagikan rumusan solusi inovatif dan pemanfaatan instrumen berbasis data seperti Rapor Pendidikan Daerah serta pemetaan awal terpadu untuk perencanaan program yang kontekstual.
“Kami telah melakukan pemetaan mulai dari pemerataan dan kompetensi guru dan akan terus melakukan terobosan dengan mengkorelasikan kontekstual kondisi Pematangsiantar dengan program-program prioritas Kemendikdasmen,” tutur Syaiful.
Apresiasi berupa penghargaan sebagai narasumber aktif ini membuktikan inisiatif dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang berjalan di Kota Pematangsiantar diakui sebagai pembelajaran yang sangat berharga bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Sesi ini pun ditutup dengan refleksi dan mengucapkan bersama janji publik pemangku kepentingan untuk menghasilkan gagasan kolektif yang siap diimplementasikan di tingkat lokal.
Dengan pencapaian gemilang di KPI 2026 ini, Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar bersama Lingkar Daerah Belajar berkomitmen untuk mengambil langkah kolaboratif lintas sektor yang terus diperkuat demi memastikan ekosistem pendidikan yang inklusif, berpihak pada anak, dan siap menyongsong masa depan yang jauh lebih cerah. (*)